Rabu, 12 November 2014

zaman megalitikum



1.ZAMAN MEGALITIKUM

           Zaman Megalitikum (mega berarti besar,dan lithikum atau lithos berarti batu) disebut juga zaman batu besar karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang,.Masyarakat pada zaman Megalithikum sudah memehami adanya kehidupan setelah mati,maka mereka  mendirikan bangunan-bangunan besar agar orang yang telah mati bias hidup tenang dialam lain.Oleh krena itu orang yang sudah meninggal tersebut senantiasa dihormati oleh sanak keluargannya.Terkait dengan itu muncullah berbagai upacara penguburan. Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat.


2.PERIODISASI ZAMAN MEGALITIKUM

Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan Megalithikum menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu :

1. Megalith Tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.

2. Megalith Muda menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus dan arca-arca dinamis.

Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas, dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada zaman prasejarah, banyak ditemukan manik-manik, alat-alat perunggu dan besi. Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar dan terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.

3.KEBUDAYAAN MEGALITIKUM

   Peninggalan kebudayaan megalithikum ternyata masih dapat kita lihat sampai sekarang, karena pada beberapa suku-suku bangsa di Indonesia masih memanfaatkan kebudayaan megalithikum tersebut. Contohnya seperti suku Nias.
Ada beberapa hasil-hasil kebudayaan pada zaman megalitikum salah satunya adalah menhir
3.1 MENHIR

    Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya banyak menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan.

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Selain menhir terdapat bangunan yang lain bentuknya, tetapi fungsinya sama yaitu punden berundak-undak.



3.1.1 Fungsi menhir

·         Masa lalu
Pada zaman dahulu menhir digunakan sebagai alat upacara untuk penghormatan roh nenek moyang yang sudah meninggal.Batu ini juga dijadikan lambing bagi orang-orang yang sudah meninggal tersebut.Masyarakat pada saat itu percaya kebaikan kehidupan diakhirat tergantung pada kegiatan upacara kematian yang dilakukan oleh keluarganya.Sehingga upacara kematian merupakan manifestasi dari rasa bakti dan hormat seseorang terhadap leluhurnya yang telah meninggal.

·         Saat ini
Menhir yang dulunya sbagai alat pemujaan seiring dengan perkembang zaman telah berganti fungsi,tidak diketahui secara pasti kenapa hal itu terjadi namun ada hipotesis sejak datangnya Islam menhir digunakan sebagai batu nisan bukan alat pemujaan,seperti yang kita ketahui saat ini.Hipotesa ini didukung dengan adanya kemiripan bentuk menhir denagn nisan.dan Pada zaman modrn ini Menhir digunakan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian untuk mengungkap kehidupan manusia pada masa lalu.


Karena masyarakat zaman megalitikum ini sudah mengenal sarana penghormatan terhadap leluhur berarti mereka sudah mengenal system kepercayaan yang mendorong berkembangnya kepercayaan animisme.

 Kepercayaan animisme
Animisme diambil dari bahasa latin anima yang berarti “roh” adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini baik yang hidup maupun mti (seperti kawasn tertentu, gunung, laut, sungai, gua , pohonatau batu )memiliki roh.Animisme merupakan sebuah system kepercayaan yang memuja roh nenek moyang .Roh-roh tersebut mengatur,menaungi, mengyomi,serta mengendalikan kehidupan manusiayang meliputi roh baik dan roh jahat yang harus dihormati.Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus berhubungan baik dengan cara melakukan acara pemujaan atau memberi sesaji yang dimaksudakan agar roh-roh itu biasa melindungi dan membantu manusia. Bagian yang tak terpisahkan dari animism adlah kepercayaan akan adanya roh orang-orang yang telah meninggal.

Animisme sudah ada sejak masa Paleolithikum atas yaitu sekitar 40.000-100.000 smdan jauh sebelum manusia mengenal agama.Kepercayaan ini muncul secara alami pada diri manusia dimana manusia mengetahui adnya kematian.Roh-roh yang telah meninggal dipercaya menjadi penguas aalamdan berhubungan dengan kehidupan manusia yang masih hidup.karena jiwa manusia dipercaya bias berpindah tempat ke mkhluk hidup, benda mati, maupun pohon.

Di samping animisme, muncul juga kepercayaan dinamisme,yaitu kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib,sehingga benda itu sangat dihormati dan dikeramatkan.

Secara umum animisme merupakan hal-hal yang berda diluar nalar manusia dan merupakan hal-hal yang tidak masuk akal.Animisme hanya bias dipahami dan dimengerti dengan akal batin manusia.



4.KEHIDUPAN SOSIAL                                                                                         
 
   Pada zaman ini manusia melakukan banyak kegiatan yang menyangkut kehidupannya. Mereka sudah mepunyai aktifitas seperti berbueu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam.

Ciri-cirinya adalah:
- Manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu      besar
- Berkembang dari zaman neolitikum sampai zaman perunggu
- Manusia sudah mengenal kepercayaan utamnya animism

5.MANUSIA PENDUKUNG
 
   Di sebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada akhir zaman neolhitikum, tetapi perkembangannya justru terjadi pada jaman perunggu Jadi, mungkin saja :

1.Suku dayak golongan ras proto melayu
2. Bangsa deuteuro melayu (melayu muda) yang migrasi ke Indonesia sambil membawa kebudayaan dongson. Keturunannya adalah jawa, bali, bugis,madur, dll. Bahkan ditemukan beberapa bukti bahwa telah terjadi pembaruan antara melayu monggoloide (proto melayu dengan deuteuro melayu) dan papua melaneside.

1 komentar: